Selasa, 12 November 2019

Ratusan UMKM Mitra Binaan PT Askrindo Ikuti Sosialisasi Pajak


KPP Pratama Garut bekerja sama dengan PT Askrindo dan Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Garut menyelenggarakan sosialisasi hak dan kewajiban perpajakan kepada UMKM Mitra Binaan PT Askrindo. Sosialisai dilaksanakan pada Sabtu (2/11) berlokasi di Aula Hotel Sumber Alam, Garut. Acara ini merupakan sosialisasi terkait pelatihan kewirausahaan dan perpajakan kepada UMKM Mitra Binaan PT Askrindo. Selain untuk meningkatkan kesadaran perpajakan UMKM, sosialisasi juga diharapkan memberikan peningkatan kapabilitas UMKM di bidang kewirausahaan.

Acara diawali dengan pembukaan dan sambutan dari perwakilan PT Askrindo dan Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Garut. Ahmad Faisal, Biro Umum PT Askrindo dalam sambutanya mengharapkan adanya peningkatan kesadaran perpajakan khususnya bagi UMKM Mitra Binaan yang diundang dalam sosialisasi tersebut. " Harapanya, UMKM di Garut lebih memiliki kesadaran terhadap pajak dan mengerti terkait batasan atau peraturan perpajakan," ujar Ahmad Faisal. Acara kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi hak dan kewajiban perpajakan dan sosialisasi kewirausahaan.

Materi sosialisasi perpajakan disampaikan oleh Ahmad Rastiko selaku Account Representative  Seksi Pengawasan dan Konsultasi II dari KPP Pratama Garut. Sosialisasi dibagi menjadi dua sesi penyampaian materi terkait hak dan kewajiban UMKM dan dilanjutkan dengan praktek pengisian Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan bagi UMKM. Materi yang disampaikan terkait hak dan kewajiban, perhitungan pajak UMKM, tata cara pembayaran pajak, dan tata cara pelaporan SPT Tahunan. Peserta sosialisasi dipersilakan untuk bertanya terkait perpajakan kepada narasumber. Beberapa peserta terlihat antusias dan turut serta berdiskusi mengenai perpajakan. Pada sesi kedua, seluruh peserta sosialisasi dijelaskan terkait tahapan pengisian SPT Tahunan. Masing-masing peserta diberikan berkas SPT Tahunan untuk praktek langsung tata cara perhitungan pajak UMKM dan bagaimana pelaporanya di SPT Tahunan tersebut. Narasumber memberikan contoh kasus perhitungan pajak UMKM sekaligus menjelaskan pengisian pelaporan di SPT Tahunan secara garis besar. Diharapkan, dengan adanya sosialisai tersebut setidaknya UMKM Mitra Binaan menjadi lebih terbuka dan memiliki kesadaran terhadap hak dan kewajiban perpajakanya.

Pada akhir sesi sosialisasi perpajakan, Anti Kusmiati, salah satu peserta sosialisasi memberikan saran terhadap pelayanan perpajakan dan mengimbau kepada peserta lainnya untuk taat terhadap kewajiban sebagai Wajib Pajak. " Kami berharap kepada DJP khususnya KPP Pratama Garut untuk meningkatkan pelayanan kepada Wajib Pajak dan kepada bapak atau ibu yang sudah mempunyai penghasilan untuk melaporkan penghasilannya ke KPP Pratama Garut", ujar Anti Kusmiati.

Beberapa foto kegiatan sosilasi.








Sumber :
Artikel konten pajak.go.id oleh Fahmi Yudi Nugroho
kunjungi laman di sini untuk melihat artikel yang sudah diedit oleh editor instansi terkait.

Senin, 28 Oktober 2019

Fotografi Jurnalistik

Ini adalah tulisan di blog ketiga tahun ini. xD

Mungkin kalian tidak asing lagi dengan dunia fotografi. Jaman sekarang bisa dikatakan cukup mudah bagi beberapa orang untuk mengabadikan momen hidupnya menjadi foto, baik menggunakan kamera handphone ataupun menggunakan kamera dslr. Ane termasuk yang sangat minat dalam dunia fotografi, mungkin sejak SMA dulu mulai menyukai kamera, karena beberapa temen bawa kamera dslrnya, jadi pengen punya hahaa. Dan akhirnya, alhamdulillah bisa beli kamera sendiri di tahun 2018 kemarin.

Fotografi jurnalistik, Salah satu teknik foto yang bertujuan untuk jurnalistik, atau bisa dikatakan fotografi yang nantinya hasil foto tersebut dijadikan sebuah berita. Ini pengertian menurut ane lho ya :D
Pada tanggal 24 dan 25 Oktober kemarin, ane diberi kesempatan untuk menghadiri sebuah Lokakarya Penulisan dan Fotografi Jurnalistik yang diselenggarakan Kantor Wilayah DJP Jawa Barat I. Kebetulan ane dan dua temen lainnya sebagai perwakilan kantor. Kegiatan ini memang ditujukan untuk perwakilan tim media sosial atau tim humas dari masing-masing kantor untuk mendapatkan lokakarya terkait kepenulisan berita/konten dan terkait fotografi jurnalistik. Hasil dari lokakarya tersebut diharapkan nanti peserta mampu untuk menulis dan mengambil gambar dengan baik secara jurnalistik karena nantinya akan diunggah di laman instansi.

Tulisan ini sedikit membahas terkait pengalaman ane kemarin khususnya untuk materi fotografi jurnalistik. Narasumber yang didatangkan adalah Novan Ardi, yaitu salah satu kontributor di Antara, kantor berita Indonesia. Bang Novian atau lebih sering dipanggil Bang Ucok ini menjelaskan dasar-dasar fotografi jurnalistik secara simpel tetapi sangat menarik menurut saya. Penyampaian beberapa teknik fotografinya sekaligus diberikan contoh hasil tangkapan gambarnya atau beberapa hasil karya temannya.

Ada beberapa Nilai Foto Jurnalistik yang dijelaskan, antara lain :
  1. Aktualitas
  2. Konflik
  3. Ketenaran
  4. Keanehan
  5. Human Interest
Aktualitas itu terkait dengan aktualnya foto tersebut pada waktu tertentu. Seberapa update hasil foto tersebut dapat disiarkan atau diberitakan ke masyarakat. Konflik bisa dimaknai dalam foto tersebut, adakah konflik yang dimunculkan dalam foto tersebut. Ketenaran biasanya terkait tokoh tertentu, bisa presiden, menteri atau artis. Keanehan bisa dikarakan unik atau dirasa aneh oleh masyarakat. Human Interest atau ketertarikan orang pada foto-foto tertentu dalam waktu tertentu. Sedikit yang ane pahami dari beberapa nilai tersebut. 
Dijelaskan juga terkait tips dan trik dalam fotografi jurnalistik, antara lain :
  1. Komposisi, yaitu penempatan berbagai elemen-elemen dalam gambar.
  2. Elemen foto, elemen tersebut antara lain bisa berupa garis, warna, ataupun pencahayaan
  3. Komposisi Dasar, ada beberapa komposisi dasar :
    Rule of Thrid
    Refleksi
    Background dan Foreground
    Garis
    Warna
  4. Teori EDFAT
    - Entire
    - Detail
    - Framing
    - Angle
    - Time
Mungkin masih banyak hal atau teori yang bisa didapatkan dari sumber laiinya. Karena keterbatasan waktu dan cuman sedikit yang dicatat, jadi beigutlah sedikit catatannya xD. 
Ada hal yang ane pahami, ketika pengambilan gambar tidak hanya menunggu momen yang biasa terjadi dalam keadaan tertentu. Sebagai fotografer harus mengeluarkan idenya, alias mikir, bagaimana dengan kondisi tertentu bisa menghasilkan foto yang cukup jelas menggambarkan keadaan saat itu. Misalnya, kita meminta tolong orang/masyarakat yang sedang jalan untuk diminta izinya mengambil foto dalam pose tertentu/menghadap objek tertentu. Contoh lain, ketika ada tokoh yang diundang, bisa minta tolong kepada tokoh tersebut untuk melakukan pose atau gaya tertentu agar mendapatkan momen yang pas.

Di akhir pemberian materi tersebut, seluruh peserta diwajibkan untuk hunting foto di sekitar lokasi ( sekitar Jalan Asia Afrika Bandung) yang nantinya diunggah ke media sosial instagram masing-masing. Hasilnya nanti diumumkan pemenangnya yang sesuai dengan kaidah fotografi jurnalistik. Kalu kalian mau melihat beberapa karya temen-temen, bisa dicari di instagram dengan tagar #pewartapajak150. Menurut saya, fotografi jurnalistik ini memang sedikit berbeda dan harus ada effort tambahanya. Dilihat dari beberapa karya temen-temen, basic fotografi mereka masih terkait dengan fotografi estetika, yang kayak  anak vsco lah, edit-edit sedikit, dan lainnya, termasuk foto ane wkwkw. Ini bukan menjelekkan karya temen-temen ane, tapi hanya pendapat ane lho ya :D
Mari belajar hal positif apapun itu, termasuk fotografi.
Silakan membaca dan mencari artikel ataupun tips dan trik dalam fotografi.
Tulisan ini hanya sekadar menulis apa yang didapat saja.
Yuk abadikan momen dengan teknik foto terbaik :D
Siapa tau, foto yang kita abadikan sekarang menjadi bukti kenangan sejarah di masa yang akan datang. *halah

Nuhun pisan,
Fyn



Sabtu, 27 April 2019

Project 30 Hari Bercertia

Sumber google, karya 30 Hari Bercerita

Akhir tahun 2018 kemarin sempat cukup ramai dikalangan yang suka nulis, aku ga termasuk pastinya. Adalah sebuah projek menulis bagi siapapun selama 30 hari berturut-turut menceritakan apapun. Gerakan menulis ini diinisasi oleh akun instagram @30haribercerita, mereka mengajak semua warganet untuk menulis, mengupload tulisanya di media sosial - khususnya instagram- dan menambahi tagar #30haribercerita. Nantinya setiap hari, akun tersebut akan merepost tulisan yang dirasa menarik dan bagus.

Well, awalnya tidak tertarik sama sekali. Untuk menulis di blog pun bisa berbulan-bulan baru ada niatan untuk nulis. Apalagi ini yang harus konsisten 30 hari nulis. Dapet idenya dari mana kan ? Ditambah lagi jarang dan males yang namanya update di instagram.

Awal Januari 2019 aku iseng nulis di salah satu media tulis menulis yang sempat diblock oleh kominfo, Tumblr. Niatan nulis ini hanya sekedar nulis aja, tidak ada niatan untuk melanjutkan sampai 30 hari kedepanya. Namun ternyata aku berubah pikiran. Kenapa ga dilanjutin aja nih, mumpung banyak draft tulisan yang ngebayang di otak kan wkwk. Akhirnya aku melanjutkan project tersebut, dan berhasil secara konsisten untuk menulis selama 30 hari. Sebuah rekor hidup selama ini, satu-satunya presasti haha.

Alasan menulis di platform tersebut karena memang khusus buat aku nulis dengan genre berbeda dengan blog ini. Followernya hanya circle temen-temen kuliah yang suka nulis. Ga terlalu berharap dibaca banyak orang meskipun kadang pengen aja kalo tulisan ini dibaca orang lain *gimana si, tapi tulisan-tulisan ini menarik untuk dibaca lagi hehe. Dengan senang hati, dibawah ini akan saya list 30 judul tulisan saya selama melakukan project tersebut.

1. Resolusi
2. Teman 1000 Langkah
3. Cita-cita Lama
4. Takut
5. Pembelajar
6. Jawa
7. Prespektif
8. Terkabulkan
9. Visual, Auditori, Kinestetik
10. Jarak
11. Berbaik Sangka
12. Hadiah
13. Panjat Sosial
14. Bahagia itu Berbiaya
15. Surat Untukmu #1
16. Ikatan Batin
17. Calon Manten
18. Time Capsul
19. Quarter Life Crisis
20. Kredit
21. Ulang Tahun
22. Bertemu di Tulisan
23. Pertimbangan
24. Teman Ngobrol
25. Perubahan
26. Rezeki Yang Bukan Rezekinya
27. Pembelajar #2
28. Pembicara
29. Surat Untukmu #2
30. Nasihat

Okay, mungkin kebanyakan isi tulisanya terkait pengalaman dan pemikiran saya sendiri. Semoga bermanfaat dan bisa membuat senyum-senyum kecil kalo dibaca lagi wkwk.

Terima kasih!

Minggu, 13 Januari 2019

[Review Buku] #7 Sirkus Pohon

Yosh, Bismillah.
Post pertama di tahun 2019. Langsung nge-review buku, eh novel ding wkwk.
Opening yang hampir sama kek awal tahun kemarin wkwk *halah

Novel ini berjudul Sirkus Pohon, karya salah satu penulis favorit saya, Andrea Hirata. Novel yang cukup ringan dan tebel ini memang mengesankan bagi ane. Yah, meskipun butuh waktu lebih dari 3 minggu buat nyelesain novel ini. hehe xD
Kita lihat mulustrasi covernya dulu lur. Biasa, nyomot dari google xD

Sumber : Google Gambar

Ini menjadi novel Mas Andrea yang kembali ane baca setelah terakhir baca tetralogi laskar pelangi. Lama banget yak ? Padahal juga ga baca semua novel, kayaknya terakhir baca Edensor :/. Oh ya, this book is free wkw karena dikasih adek tingkat ane yang sebelumnya ane pinjemin novel Hujan Matahari -nya Mas Gun. Karena bukunya kena banjir, maka sebagai permintaan maaf dikasih novel Sirkus Pohon.

Oke lanjut review, bentar tadi baru ngecas hape *ala ala thread twitter xD

Dari segi cerita, novel ini baguss banget alur ceritanya. Dengan latar beberapa puluh tahun yang lalu dan sepertinya di Beltiong juga, novel ini menceritakan kisah seorang pemuda yang nganggur dengan kondisi ijazah hanya sampai SD, keluarga yang cukup unik karena sering bertengkar. Tokoh-tokoh nya bisa dibilang cukup banyak. Pada awal ane baca, ane cukup kewalahan menghafal tokoh dan namanya karena cukup banyak.
Bahasan per Bab nya pun tidak berlembar-lembar. Simpel, ringan, dan memukau *halah

Alurnya pun sungguh luar biasa. Dari yang berjuang mencari pekerjaan hingga kisah cinta yang diselipkan cukup unik, ketika dua orang yang saling mencari dan dipertemukan dengan orang lain yang ternyata orang lain itulah yang sedang dicari. Nah loh, bingung ra we. makane moco novel e wkwk xD
Dari segi bahasa jangan ditanya. Kosakata yang ditemukan luar biasa. Gaya bahasanya memang tidak diragukan Mas Andrea ini. Pokoknya sangat ane rekomendasikan untuk dibaca di waktu luang.
Dan sejauh ane baca, tidak menemukan typo ataupun salah tanda baca. Mantap pokoknya, apalagi gratis kan ? wkw xD

Yosh, thanks for read my review.
Warm Regards,

Fhmyn!