Akhirnya memberdayakan Blog pertama kali di tahun 2018 xD
Postingan pertama di 2018 langsung nge-review novel. Po ra
nggaya tenan.
Blog kalo kelamaan di diemin ga baik, alasan ga ada waktu
buat nulis aje xD
Kali ini novel yang ane review merupakan salah satu karya
Tere Liye, yaitu “Pergi”. Novel ini merupakan lanjutan dari novel sebelumnya
yang berjudul “Pulang”. Loh kok ga nge-review Pulang kok nge-review Pergi, yah
namanya juga sibuk, sibuk mencari ketenaran uang (red: magang) wkwk
Sebelum dibahas, ane kasih mulustrasi novelnya dulu lur !
Novel dengan tebal 455 halaman ini pernah jatuh ke lantai.
Kondisi cover depan masih mulus, halaman lengkap, minat pm. Ya Allah garing bet :(
Novel ini menceritakan lanjutan perjalanan Bujang alias Agam, anak
kelahiran dari pedalaman Sumatera, yang sekarang menjabat menjadi Tauke Besar,
pimpinan Keluarga Tong, salah satu penguasa shadow economy di wilayah Asia
Pasifik. Novel ini menurut ane sangat menarik, secara garis besar banyak alur
yang menceritakan keadaan saat perang, entah Bujangnya, atau perang
antarkeluarga penguasa shadow economy (bagian akhir-akhir novel). Kalo berbentuk
film, bisa jadi ini film action. Terlebih di bagian akhir novel, menjadi sangat
menarik karena semakin penasaran dengan kisah perang antarkeluarga penguasa
shadow economy.
Penulis seolah-olah atau memang dengan sengaja memadukan
cerita fiksi dengan fakta di dunia. Entah itu berupa tradisi suatu bangsa
ataupun sejarah suatu bangsa juga dipadukan dalam novel ini. Jadi ada pengetahuan yang bertambah saat baca novel ini. Saat menceritakan Bujang bertemu dengan Tuanku Imam, ada bumbu-bumbu nasihat agama juga tersampaikan, lengkap !. Bahkan memang saat
pertama membaca novel Pulang, ane sempet mikir bahwa shadow economy itu beneran
ada ga sih ? wkwk Soalnya alur dan cerita yang dibawakan Tere Liye bagusss. Dan
di salah satu photograph eh paragraf, penulis sedikit membahas VOC dan EIC yang
notabene katanya adalah penguasa shadow economy masa lalu, dia menuliskan di
akhir paragraf intinya kalian pembaca gausah bertanya-tanya lagi tentang shadow
economy itu beneran ada apa enggak xD
Novel ini ane rekomendasikan buat dibaca, ya tentunya harus
baca novel sebelumnya lah. Karena ceritanya runtut. Alurnya bagus, muncul
tokoh-tokoh baru dalam novel. Efek romantis/dramatis disini tidak terlalu
terasa dibandingkan dengan novel Pulang. Ane kebawa suasana baca novel Pulang,
soalnya bawa mamak bapak ceritanya hehe *lebay
Namun, ada beberapa kendala atau kekurangan dalam Novel ini
(namanya juga review kan). Terlebih hanya kendala teknis di tulisan (bukan
menggurui). Kendala disini bukan alur atau ceritanya jelek, gak bukan gitu.
Cuman ane beberapa kali menemukan masih ada typo di beberapa kalimat, paling
sering sih penulisan kata Keluarga Tong, kadang typo jadi Keluarg Tong. Satu
lagi, untuk kalimat Moscow, kadang nulis Moscow, kadang Moskow, atau emang
disengaja yak wkwk. Secara keseluruhan kekurangan tersebut tidak mempengaruhi cerita dan alur dari novelnya.
Novel ini ane rekomendasikan untuk di
baca!
Sekian,
Thanks !!


Akhirnya ngungsi ke blogspot wkwk
BalasHapusmelanjutkan post segenre hehe sudah ada wordpress buat pindahan dari tumblr, tp masih tahap pengembangan *halah
HapusNovel yang belum selesai ku baca, sudah ada reviewnya. Cepet banget ya...
BalasHapus