Kamis, 21 Juni 2018

[ Review Buku ] #6 Pergi

Akhirnya memberdayakan Blog pertama kali di tahun 2018 xD

Postingan pertama di 2018 langsung nge-review novel. Po ra nggaya tenan.
Blog kalo kelamaan di diemin ga baik, alasan ga ada waktu buat nulis aje xD

Kali ini novel yang ane review merupakan salah satu karya Tere Liye, yaitu “Pergi”. Novel ini merupakan lanjutan dari novel sebelumnya yang berjudul “Pulang”. Loh kok ga nge-review Pulang kok nge-review Pergi, yah namanya juga sibuk, sibuk mencari ketenaran uang (red: magang) wkwk
Sebelum dibahas, ane kasih mulustrasi novelnya dulu lur !
 
Sumber gambar dari Google
Novel dengan tebal 455 halaman ini pernah jatuh ke lantai. Kondisi cover depan masih mulus, halaman lengkap, minat pm. Ya Allah garing bet :(

Novel ini menceritakan lanjutan perjalanan Bujang alias Agam, anak kelahiran dari pedalaman Sumatera, yang sekarang menjabat menjadi Tauke Besar, pimpinan Keluarga Tong, salah satu penguasa shadow economy di wilayah Asia Pasifik. Novel ini menurut ane sangat menarik, secara garis besar banyak alur yang menceritakan keadaan saat perang, entah Bujangnya, atau perang antarkeluarga penguasa shadow economy (bagian akhir-akhir novel). Kalo berbentuk film, bisa jadi ini film action. Terlebih di bagian akhir novel, menjadi sangat menarik karena semakin penasaran dengan kisah perang antarkeluarga penguasa shadow economy.

Penulis seolah-olah atau memang dengan sengaja memadukan cerita fiksi dengan fakta di dunia. Entah itu berupa tradisi suatu bangsa ataupun sejarah suatu bangsa juga dipadukan dalam novel ini. Jadi ada pengetahuan yang bertambah saat baca novel ini. Saat menceritakan Bujang bertemu dengan Tuanku Imam, ada bumbu-bumbu nasihat agama juga tersampaikan, lengkap !. Bahkan memang saat pertama membaca novel Pulang, ane sempet mikir bahwa shadow economy itu beneran ada ga sih ? wkwk Soalnya alur dan cerita yang dibawakan Tere Liye bagusss. Dan di salah satu photograph eh paragraf, penulis sedikit membahas VOC dan EIC yang notabene katanya adalah penguasa shadow economy masa lalu, dia menuliskan di akhir paragraf intinya kalian pembaca gausah bertanya-tanya lagi tentang shadow economy itu beneran ada apa enggak xD

Novel ini ane rekomendasikan buat dibaca, ya tentunya harus baca novel sebelumnya lah. Karena ceritanya runtut. Alurnya bagus, muncul tokoh-tokoh baru dalam novel. Efek romantis/dramatis disini tidak terlalu terasa dibandingkan dengan novel Pulang. Ane kebawa suasana baca novel Pulang, soalnya bawa mamak bapak ceritanya hehe *lebay

Namun, ada beberapa kendala atau kekurangan dalam Novel ini (namanya juga review kan). Terlebih hanya kendala teknis di tulisan (bukan menggurui). Kendala disini bukan alur atau ceritanya jelek, gak bukan gitu. Cuman ane beberapa kali menemukan masih ada typo di beberapa kalimat, paling sering sih penulisan kata Keluarga Tong, kadang typo jadi Keluarg Tong. Satu lagi, untuk kalimat Moscow, kadang nulis Moscow, kadang Moskow, atau emang disengaja yak wkwk. Secara keseluruhan kekurangan tersebut tidak mempengaruhi cerita dan alur dari novelnya.

Novel ini ane rekomendasikan untuk di baca!
Sekian, 
Thanks !!


3 komentar:

  1. Akhirnya ngungsi ke blogspot wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. melanjutkan post segenre hehe sudah ada wordpress buat pindahan dari tumblr, tp masih tahap pengembangan *halah

      Hapus
  2. Novel yang belum selesai ku baca, sudah ada reviewnya. Cepet banget ya...

    BalasHapus