Rabu, 22 November 2017

[Review Buku] #4 Anak Rantau

Ahmad Fuadi kembali mengeluarkan buku terbarunya pada sekitar bulan Juli 2017 kemarin. Kabar-kabar sih kemarin sempet Open Pre Order atas bukunya dan habis tejual. Wew, ane semakin penasaran sama bukunya dan akhirnya membelinya. Dan... berikut sedikit review ane terhadap salah satu karya dari Ahmad Fuadi. Btw, sebelumnya ane belum pernah membaca karya beliau, meskipun ane tahu cukup terkenal dan sempet ada beberapa yang dijadikan film layar lebar *applause hehe

Jadi, seblelumnya ane mengira bahwa novel ini bakalan menceritakan tentang kehidupan seorang anak rantau yang bla bla bla gitulah, kebetulan ane juga anak rantau hehe merantau untuk mengadu domba nasib dan cari ilmu wkwkw. Setelah ane baca berminggu-minggu wkwk ya berminggu-minggu, karena kemarin sempet ada persiapan buat tes CPNS gitu lah, kan diri ini pengen mengabdi kepada negara *halahpret. Kuy, lihat cover dari bukunya dulu, biar ga salah tingkah  paham hehe
Sumber dari Google

Nahh, novel ini menceritakan tentang petualangan seorang anak bernama Hepi. Latar tempat dan suasana dari novel ini adalah di daerah Sumatera Barat yang memiliki suku Minangkabau. Khas dengan beberapa tambahan bahasa Minang, dengan sebutan orang seperti wa'ang, Datuk, dan pepatah dari Minang. Hepi ini memiliki darah Minang dari ayahnya bernama Martiaz. Namun, Hepi sebenarnya sudah lama tinggal di Ibu Kota Jakarta dengan Ayah dan kakaknya. Singkatnya Hepi diajak Ayahnya untuk pulang kampung ke Minang, di desanya bernama Tanjung Durian setelah bertahun-tahun tidak pernah pulang kampung. Konflik terjadi disini, Hepi yang baru lulus SD didaftarkan ke SMP di Tanjung Durian tanpa sepengetahuan Hepi. Martiaz - Ayah Hepi- pun tega meninggalkan Hepi yang dititipkan ke Kedua kakek neneknya di desa. Hepi marah, dan mengejar Bis ayahnya yang berangkat ke kota. Akhirnya tak terkejar dan Hepi memendam dendam kepada ayahnya dan berjanji akan kembali ke Jakarta dengan usahanya sendiri. Konflik ini seperti yang digambarkan pada cover novel.
Secara keseluruhan cerita yang dibuat oleh penulis bagus banget. Intinya, disini menceritakan petualangan Hepi untuk berusaha kembali ke Jakarta dengan mengumpulkan uang dengan kawan barunya di kampung bernama Zen dan Attar. Banyak konflik yang bermunculan, seperti konflik antar persahabatan, konflik dengan tetangga yang disangka memiliki kekuatan ghaib, konflik dengan kakek neneknya, hingga konflik terakhir yang membuat heboh seluruh kampungnya. Alur ceritanya menarik, banyak pesan moral yang disampaikan dari penulis lewat pepatah berbahasa Minang.
sek sek bentar... kok jadi bikin sinopsis, bukan malah review wkwkw :v

Menurut ane, novel ini recommended lah buat dibaca. Bahasanya ringan, alur cerita, dan pesan yang disampaikan. Namun, menurut ane konflik yg dimunculkan dalam novel tidak terlalu waw wkwk maksudnya sedikit flat gitu aja. Tapi, keseluruhan layak lah !!
Dulu ane ngira novel ini menceritakan kisah anak perantauan seperti saya gitu. Ternyata beda seperti yg saya harapkan dan itu mungkin yg membuat saya agak tidak terlalu menikmati konflik hehehe
Btw, ini novel pertama A. Fuadi yg ane baca, jadi maklum belum tau gimana gimana tulisan beliau hehe.

Okay, segitu aja review-nya.
Thanks Bruh !!

0 komentar:

Posting Komentar