Minggu, 12 Juni 2016

[Review Buku] #3 Hujan


Kali ini ane akan sedikit mengulas tentang sebuah buku karya penulis terkenal di tanah air yaitu Tere Liye dengan judul Hujan.
Buku ini pertama kali diterbitkan awal tahun ini atau bulan Januari 2016. Dengan cover buku berwarna biru dan efek air sehingga memerlihatkan akan “hujan” di buku atau novel tersebut. Yaa ane ga bakal bahas banyak masalah cover wkw. Lanjut, ini pertama kali ane review bukunya Tere Liye, sebelumnya cuman baca doang sih
Ini penampakan cover, ane nyemot dari google ya :D

Hujan bercerita mengenai kehidupan di masa yang akan datang, seolah-olah kita sedang berada 20 atau 30 tahun mendatang. Dengan gambaran latar teknologi yang mutakhir, misalnya yang digambarkan adalah kereta super cepat, mobil terbang, sistem pembayaran, robot robot canggih, dan masih banyak lagi. Dalam buku Hujan, ada beberapa nama tokoh yang muncul, tetapi tokoh utamanya adalah Lail, Maryam, Esok, ibunya Esok, Si dokter,dkk
Cerita dimulai  dengan sebuah wawancara seorang seperti dokter dengan Lail. Lail ingin menghapus ingatannya karena suatu hal. Nah dalam proses penghapusan memori tersebut, Lail menceritakan alasannya mengenai memori yang akan  dihapus. Cerita tersebutlah menjadi isi  dari novel ini. Jadi kayak semacam flashback gitu, yang nantinya diakhir cerita nyambung ke cerita awal. Bingung ?  wkwkw makanya baca novelnya yaa
Awalnya ane berpikir bakalan seru nih ceritanya sama dengan novel Tere Liye yang sebelumnya ane baca (red: Pulang). Tetapi di luar dugaan ane, menurut ane lho ya, bukan mencaci karya orang juga hehe. Menurut ane ceritanya agak bingungin, bisa dibilang seprti kisah cinta yang bener-bener rumit. Jujur, sebenernya ane ga terlalu mempermasalahkan cerita cintanya sih.  Yang membuat ane merasa aneh itu pembaca disuruh membayangkan sebuah teknologi yang memang belum ada saat ini. Yaa mungkin kalau di film-film bisa dibayangkan  soalnya kita liat visualisasinya kan. Nah, menurut ane ini agak sedikit berlebihan dalam bercerita hehe menurut ane lho ya, mungkin kalau kalian liat review blog lain bisa beda pandangan hehehe. Namun,secara ceritanya baguss banget, awal bagiannya memang agak membosankan, tetapi pas mendekati akhir cerita novelnya membuat ane makin penasaran gimana lanjutan ceritanya. Jadi di bagian akhir cerita, memang membuat  pembaca jadi ga sabar pengen tahu bulat,eh maksudnya tahu lanjutan ceritanya wkwkwk
Novel ini menceritakan bahwa dimasa yang akan datang, ketika teknologi makin mutakhir dan manusia jumlahnya makin banyak, bahkan diceritakan seorang bayi lahir dan merupakan manusia ke 10 milyar. Namun, konflik dalam cerita pun dimulai, saat bencana gunung api dahsyat mengguncang dunia, dengan skala yang bebanding jauh dengan  bencana-bencana sebelumnya. Lail, tokoh utama menjadi salah satu saksi hidup ketika ia harus kehilangan ibunya didepan matanya akibat bencana tersebut. Lail bertemu seorang laki-laki cerdas bernama Esok. Kebersamaan mereka menjadi sebuah kisah cinta yang dirangkum luar biasa dengan beberapa konflik dalam alur yang baguss banget. Mereka berpisah karena Lail menyukai bidang kesehatan dan relawan karena bencana alam masih  saja terjadi, sedangkan Esok menyukai teknologi karena memang cerdas dan bekerja untuk menciptakan atau mengembangkan teknologi yang ada.
Pada intinya, ane berpendapat buku ini Wajib untuk dibaca para penikmat sastra *halah. Buku ini emang bagus pada dasarnya, mungkin karena ane agak susah imajinasinya kalau masalah teknologi yang bisa dikatakan belum ada dan melebih-lebihkan wkwkw. Namun ceritanya bagus kok haha makin kebelakang makin penasaran gimana  akhir ceritanya, soo jangan lupa baca, jangan lupa beli buku yang asli hehehe

Warm Regards,
Ayam Kremes

0 komentar:

Posting Komentar