Kali ini ane akan sedikit mengulas tentang sebuah buku karya
penulis terkenal di tanah air yaitu Tere Liye dengan judul Hujan.
Buku ini pertama kali diterbitkan awal tahun ini atau bulan
Januari 2016. Dengan cover buku berwarna biru dan efek air sehingga
memerlihatkan akan “hujan” di buku atau novel tersebut. Yaa ane ga bakal bahas
banyak masalah cover wkw. Lanjut, ini pertama kali ane review bukunya Tere
Liye, sebelumnya cuman baca doang sih.
![]() |
| Ini penampakan cover, ane nyemot dari google ya :D |
Hujan bercerita mengenai kehidupan di masa yang akan datang,
seolah-olah kita sedang berada 20 atau 30 tahun mendatang. Dengan gambaran
latar teknologi yang mutakhir, misalnya yang digambarkan adalah kereta super
cepat, mobil terbang, sistem pembayaran, robot robot canggih, dan masih banyak
lagi. Dalam buku Hujan, ada beberapa nama tokoh yang muncul, tetapi tokoh
utamanya adalah Lail, Maryam, Esok, ibunya Esok, Si dokter,dkk
Cerita dimulai dengan
sebuah wawancara seorang seperti dokter dengan Lail. Lail ingin menghapus
ingatannya karena suatu hal. Nah dalam proses penghapusan memori tersebut, Lail
menceritakan alasannya mengenai memori yang akan dihapus. Cerita tersebutlah menjadi isi dari novel ini. Jadi kayak semacam flashback
gitu, yang nantinya diakhir cerita nyambung ke cerita awal. Bingung ? wkwkw makanya baca novelnya yaa
Awalnya ane berpikir bakalan seru nih ceritanya sama dengan
novel Tere Liye yang sebelumnya ane baca (red: Pulang). Tetapi di luar dugaan
ane, menurut ane lho ya, bukan mencaci karya orang juga hehe. Menurut ane
ceritanya agak bingungin, bisa
dibilang seprti kisah cinta yang bener-bener rumit. Jujur, sebenernya ane ga
terlalu mempermasalahkan cerita cintanya sih.
Yang membuat ane merasa aneh itu pembaca disuruh membayangkan sebuah
teknologi yang memang belum ada saat ini. Yaa mungkin kalau di film-film bisa
dibayangkan soalnya kita liat
visualisasinya kan. Nah, menurut ane ini agak sedikit berlebihan dalam
bercerita hehe menurut ane lho ya, mungkin kalau kalian liat review blog lain
bisa beda pandangan hehehe. Namun,secara ceritanya baguss banget, awal
bagiannya memang agak membosankan, tetapi pas mendekati akhir cerita novelnya
membuat ane makin penasaran gimana lanjutan ceritanya. Jadi di bagian akhir
cerita, memang membuat pembaca jadi ga
sabar pengen tahu bulat,eh maksudnya tahu lanjutan ceritanya wkwkwk
Novel ini menceritakan bahwa dimasa yang akan datang, ketika
teknologi makin mutakhir dan manusia jumlahnya makin banyak, bahkan diceritakan
seorang bayi lahir dan merupakan manusia ke 10 milyar. Namun, konflik dalam
cerita pun dimulai, saat bencana gunung api dahsyat mengguncang dunia, dengan
skala yang bebanding jauh dengan bencana-bencana
sebelumnya. Lail, tokoh utama menjadi salah satu saksi hidup ketika ia harus
kehilangan ibunya didepan matanya akibat bencana tersebut. Lail bertemu seorang
laki-laki cerdas bernama Esok. Kebersamaan mereka menjadi sebuah kisah cinta
yang dirangkum luar biasa dengan beberapa konflik dalam alur yang baguss
banget. Mereka berpisah karena Lail menyukai bidang kesehatan dan relawan
karena bencana alam masih saja terjadi,
sedangkan Esok menyukai teknologi karena memang cerdas dan bekerja untuk
menciptakan atau mengembangkan teknologi yang ada.
Pada intinya, ane berpendapat buku ini Wajib untuk dibaca
para penikmat sastra *halah. Buku ini emang bagus pada dasarnya, mungkin karena
ane agak susah imajinasinya kalau masalah teknologi yang bisa dikatakan belum
ada dan melebih-lebihkan wkwkw. Namun ceritanya bagus kok haha makin kebelakang
makin penasaran gimana akhir ceritanya,
soo jangan lupa baca, jangan lupa beli buku yang asli hehehe
Warm Regards,
Ayam Kremes

