Kamis, 29 Oktober 2020

Pandemi Dan Pulang

Alhamdulillah.
Akhirnya setelah kurang lebih 8,5 Bulan (dari minggu pertama Februari), yap del-a-pan-se-teng-ah bulan tidak pulang, akhirnya akhir Oktober ini diizinkan pulang meski dengan berbagai syarat dan ketentuan haha. Mungkin ini menjadi waktu paling lama aku ngga pulang ke rumah. Biasanya selama udah kerja, sebulan sekali pasti pulang. Pulang itu recharge jasmani dan rohani dikala suntuk kerjaan dan lingkungan kerja. 

Maret  - April 2020.

Pemerintah Indonesia akhirnya mengumumkan pandemi covid19 di negara ini dan mengupayakan segala hal untuk menekan pandemi ini, termasuk lockdown atau PSBB. Dampaknya, perkantoran dan pertokoan tutup, termasuk pelayanan di kantorku. Dua minggu pertama dimanfaatkan beberapa pegawai untuk wfh ataupun pulang kampung. Aku sendiri ga mungkin meninggalkan kantor karena baru dipindah diposisi tertentu yang ngurusin per-jaringan dan per-laporan laporan kantor. Jadi ga mungkin pulang dong, apalagi belum ada partner pengganti waktu itu. Lambat laun, PSBB semakin diperpanjang, penutupan pelayanan berlanjut dan fokus pada pelayanan online, berlanjut pula ketidakbisa-pulangan-saya di perantauan. Bahkan sempat dalam satu kantor hanya ada 5 pegawai yang diperbolehkan masuk kantor. Asli sepi banget ni kantor haha. 
Hectic, chaos, pusing, galau, overthingking, campur aduk selama pandemi. Mau pulang gabisa karerna kerjaan dan pandemi juga, bertahan di perantauan juga bikin rumit pikiran haha. Ditambah selama pandemi tinggal dikontrakan 2 lantai yang tersisa hanya aku seorang, meski di awal-awal masih ditemenin 1 orang sih, yang akhirnya dijemput di awal Ramadhan karna memperisapkan pernihakanya. Ya gapapa sih, wes biasa cuk 25 taon dewean wkwkw

Mei 2020.

Yang paling berkesan di bulan ini adalah Bulan Ramadan dan Lebaran. Yoi, pandemi dan puasa. Mungkin pertama kalinya dalam hidup nih, segala peribadatan selama bulan puasa dilaksanain di rumah (red:kontrakan) dan sendirian (cuk sedihe wkwkw). Dari bangun sahur, sholat, buka, tarawih, ngaji, semua dilaksanakan di rumah dalam rangka memenuhi pRoTokoL KeSeh4tAn :p. Tapi emang bener-bener di rumah sih, sama sekali ga ke mesjid buat sholat. Full di rumah. Alhamdulillah-nya, masih ada beberapa temen-temen yang masih standby (korban) ga pulang karena bernasib sama haha. Sesekali buka bersama dan tarawih bersama di kontrakan. Kontrakan apa rumah sih ? bodo amat lah lama ga nulis nih wkwk. 
Puasa berakhir, lebaran menyambut. Mungkin pertama kali Idul fitri di perantauan. Biasanya semepet apapun waktunya pasti pulang. Sebelum tulisan ini sebenernya mau nulis Lebaran di Parahyangan, cuman mentok di draft doang dan males lanjutin hahaha. Lebaran ini terasa kuad karena bersama teman-teman senasib setidakbisapulangkampungan *laposih. Kami (red: aku, trio macan, mba dwiti) adalah jamaah al kontrakaniah yang beberapa kali buka bersama dan tarawih, memutuskan untuk menginisasi Lebaran di Garut bersama yang lain. Tanpa fafifu langsung gawe grup WA berisi orang-orang tersebut. Sebelumnya udah di list, mau masak apa, mau bikin kue apa, mau bakar rumah siapa *ga ding hehe. Setelah fix semua, persiapan menuju hari H pun dilaksanakan dengan baik. Bikin kue nastar yang ukuranya se bapkia :(, bikin rendang yang ngaduknya shift2 an kek kerja part time, bikin ketupat (kerjaan aing) yang ternyata diluar nalar karena makan waktu berjam-jam, padahal wes ganti metode tetep wae ga mateng-mateng ketupat e wkwkwk. O ya, satu lagi, bikin opor ayam yang karena ayam ya kelamaan ngukus (?) nya jadi sedikit ancur wkwk. Tim panitia ini emang tidak terlalu banyak pengalaman dalam masak khusus lebaran. Dalam proses memasaknya itu hasil wawancara dengan orang tua masing-masing yang sering masak pas lebaran. Nek aku yo ora sih, lha wong biasane tinggal mangan ne omahe sedulur wakaka. 
Perhelatan Idul fitri diawali dengan sholat Ied bersama dengan temen-temen yang disebutkan di awal. Dengan modal iman yang cetek, baca-baca buku, nanya senior di kantor, akhirnya aku imam sholat ied dong wkwk. Meski makmumnya hanya ber empat, tidak mengendurkan ke khidmatan dalam sholat. Yaa meski ada kejadian si adel ruku' dulan pas takbir kedua membuat sedikit bergumam diantara makmum wkwk. Untunge aku ga nyadar, iso buyar hahah. 

Juni Juli 2020.

Apayo. Mungkin ini, di bulan Juni sudah berhasil mengorbit matahari selama 25 kali. Alias wes 25 tahun aku, wes seperempat abad wkwkwk. Yaa disyukurin aja, masih diberi umur sampe segini kan ?
Oya, sama ini, mulai pertengahan Juni, sudah dijadwalkan masuk kantor lagi bagi pegawai, meski baru setengahnya yang ngantor.

Agustus 2020

Lebaran Idul Adha. Sebenernya ada kesempatan buat pulang karena libur juga cuman.. orang tua terutama ibuk ga membolehkan pulang karena kondisi pandemi. Yaudah, pecah telor merayakan lebaran dua kali di perantauan. Sebenernya kalau Idul Adha udah biasa di perantauan sih dan memang hype nya ga se hype Idul Fitri. jadi sudah biasa. Seperti sebelumnya, karena masih pandemi, akhirnya membuat jamaah sholat sendiri di kosan. Oiyo, mulai Juli udah pindah kos karena kontrakan udah abis. Berjamaah bersama dengan rangorang yang ga pulang dan masak memasak seperti biasa. Sempet mendapat kiriman abon kering dari daging kurban. Lumayan banget buat lauk makan kan wkwk. 

September 2020.

Mulai berjalan seperti biasa. Kerja - lembur - weekend - repeat. 
Sempet diare juga cuy di bulan ini :(

Oktober 2020.

"Besok tuh rabu kamis jumat libur", ucap esmelon
"Lah, beneran Pak ?", tanya umbi-umbian
"Beneran", tegas esmelon.
Lalu berpikir, gimana kalau cuti aja senin selasa. Itung-itung ngurangin cuti karena cuti ga dipake pake oy, mana masih 18, kan mau ga mau dipake 6 biar ga hangus. Mendekati minggu libur panjang, konfirmasi dulu ke ibunda negara di rumah dah boleh pulang ga, ya ga lucu dong wes ganteng-ganteng sampe depan pintu rumah, jebul kon balik perantuan meneh -__-
Ibuk nanya bapak, bapak confrim yes. Bapak sih yes, gatau ibuk. Eh ibuk juga yes. Selamat, mendapatkan golden card. Yaopo to iki halu cuk wkwkw.
Setelah aman, akhirnya mengajukan cuti dengan sigap biar ga banyak ditanya wkwk. Cuti aman, tiket kereta aman, tinggal Serology Test buat di kereta. Semua aman, akhirnya setelah 8,5 bulan, kembali ke kampung halaman. 

Pulang dengan syarat di karantina di rumah. Ya setuju-setuju aja sih, orang ga bakal kemana-mana juga. Eh, jebul stress juga di rumah terus. Mau gini ga boleh, makan minum disediain di kamar biar ga usah kemana-mana. Akhirnya kerjaanya cuman bangun, makan, nyemil, buka laptop, nyemil, tidur, makan, baca novel, nulis ini, nyemil, tidur wkwkw. Lama-lama pusing juga, padahal biasanya kalo pulang ya dirumah terus. Di dusun ku emang ada tim siaga bencana, namanya Kagana. Dari awal pandemi emang udah aktif dan sadar mengimbau masyarakat terkait pandemi ini. Beberapa kali melakukan semprot disinfektan secara rutin juga. Dan tim siaga bencana ini ada grup WA nya. Selain sebagai sarana tukar informasi, juga sebagai sarana lapor bagi Pak RT yang warganya pulang dari luar kota. Untunge bapaku RT wakaka jadi langsung dilaporkan ke grup kalo anaknya pulang dan karantina mandiri di rumah.

Lengkap sudah ketidakjelasan dalam menulis keresahan di tahun 2020 ini. Banyak hal sih yg seru, cmn ga cukup kalau ditulis disini alias males woi nulis dowo-dowo akhire sing moco yo mung sitik wkwkw.

Sekian terima kasih.
Semoga pandemi ini segera berakhir.
Semoga kita selalu diberikan kesehatan jasmani dan rohani.
Semoga keluargaku, keluargamu cepet besanan *yaopo
Semoga semuanya sehat selalu
Semoga yang sakit diberikan kesembuhan segera dan semoga sakitnya menjadi penggugur dosa-dosanya.

Aamiin.

Warm regards,
Fahm.


Selasa, 12 November 2019

Ratusan UMKM Mitra Binaan PT Askrindo Ikuti Sosialisasi Pajak


KPP Pratama Garut bekerja sama dengan PT Askrindo dan Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Garut menyelenggarakan sosialisasi hak dan kewajiban perpajakan kepada UMKM Mitra Binaan PT Askrindo. Sosialisai dilaksanakan pada Sabtu (2/11) berlokasi di Aula Hotel Sumber Alam, Garut. Acara ini merupakan sosialisasi terkait pelatihan kewirausahaan dan perpajakan kepada UMKM Mitra Binaan PT Askrindo. Selain untuk meningkatkan kesadaran perpajakan UMKM, sosialisasi juga diharapkan memberikan peningkatan kapabilitas UMKM di bidang kewirausahaan.

Acara diawali dengan pembukaan dan sambutan dari perwakilan PT Askrindo dan Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Garut. Ahmad Faisal, Biro Umum PT Askrindo dalam sambutanya mengharapkan adanya peningkatan kesadaran perpajakan khususnya bagi UMKM Mitra Binaan yang diundang dalam sosialisasi tersebut. " Harapanya, UMKM di Garut lebih memiliki kesadaran terhadap pajak dan mengerti terkait batasan atau peraturan perpajakan," ujar Ahmad Faisal. Acara kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi hak dan kewajiban perpajakan dan sosialisasi kewirausahaan.

Materi sosialisasi perpajakan disampaikan oleh Ahmad Rastiko selaku Account Representative  Seksi Pengawasan dan Konsultasi II dari KPP Pratama Garut. Sosialisasi dibagi menjadi dua sesi penyampaian materi terkait hak dan kewajiban UMKM dan dilanjutkan dengan praktek pengisian Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan bagi UMKM. Materi yang disampaikan terkait hak dan kewajiban, perhitungan pajak UMKM, tata cara pembayaran pajak, dan tata cara pelaporan SPT Tahunan. Peserta sosialisasi dipersilakan untuk bertanya terkait perpajakan kepada narasumber. Beberapa peserta terlihat antusias dan turut serta berdiskusi mengenai perpajakan. Pada sesi kedua, seluruh peserta sosialisasi dijelaskan terkait tahapan pengisian SPT Tahunan. Masing-masing peserta diberikan berkas SPT Tahunan untuk praktek langsung tata cara perhitungan pajak UMKM dan bagaimana pelaporanya di SPT Tahunan tersebut. Narasumber memberikan contoh kasus perhitungan pajak UMKM sekaligus menjelaskan pengisian pelaporan di SPT Tahunan secara garis besar. Diharapkan, dengan adanya sosialisai tersebut setidaknya UMKM Mitra Binaan menjadi lebih terbuka dan memiliki kesadaran terhadap hak dan kewajiban perpajakanya.

Pada akhir sesi sosialisasi perpajakan, Anti Kusmiati, salah satu peserta sosialisasi memberikan saran terhadap pelayanan perpajakan dan mengimbau kepada peserta lainnya untuk taat terhadap kewajiban sebagai Wajib Pajak. " Kami berharap kepada DJP khususnya KPP Pratama Garut untuk meningkatkan pelayanan kepada Wajib Pajak dan kepada bapak atau ibu yang sudah mempunyai penghasilan untuk melaporkan penghasilannya ke KPP Pratama Garut", ujar Anti Kusmiati.

Beberapa foto kegiatan sosilasi.








Sumber :
Artikel konten pajak.go.id oleh Fahmi Yudi Nugroho
kunjungi laman di sini untuk melihat artikel yang sudah diedit oleh editor instansi terkait.

Senin, 28 Oktober 2019

Fotografi Jurnalistik

Ini adalah tulisan di blog ketiga tahun ini. xD

Mungkin kalian tidak asing lagi dengan dunia fotografi. Jaman sekarang bisa dikatakan cukup mudah bagi beberapa orang untuk mengabadikan momen hidupnya menjadi foto, baik menggunakan kamera handphone ataupun menggunakan kamera dslr. Ane termasuk yang sangat minat dalam dunia fotografi, mungkin sejak SMA dulu mulai menyukai kamera, karena beberapa temen bawa kamera dslrnya, jadi pengen punya hahaa. Dan akhirnya, alhamdulillah bisa beli kamera sendiri di tahun 2018 kemarin.

Fotografi jurnalistik, Salah satu teknik foto yang bertujuan untuk jurnalistik, atau bisa dikatakan fotografi yang nantinya hasil foto tersebut dijadikan sebuah berita. Ini pengertian menurut ane lho ya :D
Pada tanggal 24 dan 25 Oktober kemarin, ane diberi kesempatan untuk menghadiri sebuah Lokakarya Penulisan dan Fotografi Jurnalistik yang diselenggarakan Kantor Wilayah DJP Jawa Barat I. Kebetulan ane dan dua temen lainnya sebagai perwakilan kantor. Kegiatan ini memang ditujukan untuk perwakilan tim media sosial atau tim humas dari masing-masing kantor untuk mendapatkan lokakarya terkait kepenulisan berita/konten dan terkait fotografi jurnalistik. Hasil dari lokakarya tersebut diharapkan nanti peserta mampu untuk menulis dan mengambil gambar dengan baik secara jurnalistik karena nantinya akan diunggah di laman instansi.

Tulisan ini sedikit membahas terkait pengalaman ane kemarin khususnya untuk materi fotografi jurnalistik. Narasumber yang didatangkan adalah Novan Ardi, yaitu salah satu kontributor di Antara, kantor berita Indonesia. Bang Novian atau lebih sering dipanggil Bang Ucok ini menjelaskan dasar-dasar fotografi jurnalistik secara simpel tetapi sangat menarik menurut saya. Penyampaian beberapa teknik fotografinya sekaligus diberikan contoh hasil tangkapan gambarnya atau beberapa hasil karya temannya.

Ada beberapa Nilai Foto Jurnalistik yang dijelaskan, antara lain :
  1. Aktualitas
  2. Konflik
  3. Ketenaran
  4. Keanehan
  5. Human Interest
Aktualitas itu terkait dengan aktualnya foto tersebut pada waktu tertentu. Seberapa update hasil foto tersebut dapat disiarkan atau diberitakan ke masyarakat. Konflik bisa dimaknai dalam foto tersebut, adakah konflik yang dimunculkan dalam foto tersebut. Ketenaran biasanya terkait tokoh tertentu, bisa presiden, menteri atau artis. Keanehan bisa dikarakan unik atau dirasa aneh oleh masyarakat. Human Interest atau ketertarikan orang pada foto-foto tertentu dalam waktu tertentu. Sedikit yang ane pahami dari beberapa nilai tersebut. 
Dijelaskan juga terkait tips dan trik dalam fotografi jurnalistik, antara lain :
  1. Komposisi, yaitu penempatan berbagai elemen-elemen dalam gambar.
  2. Elemen foto, elemen tersebut antara lain bisa berupa garis, warna, ataupun pencahayaan
  3. Komposisi Dasar, ada beberapa komposisi dasar :
    Rule of Thrid
    Refleksi
    Background dan Foreground
    Garis
    Warna
  4. Teori EDFAT
    - Entire
    - Detail
    - Framing
    - Angle
    - Time
Mungkin masih banyak hal atau teori yang bisa didapatkan dari sumber laiinya. Karena keterbatasan waktu dan cuman sedikit yang dicatat, jadi beigutlah sedikit catatannya xD. 
Ada hal yang ane pahami, ketika pengambilan gambar tidak hanya menunggu momen yang biasa terjadi dalam keadaan tertentu. Sebagai fotografer harus mengeluarkan idenya, alias mikir, bagaimana dengan kondisi tertentu bisa menghasilkan foto yang cukup jelas menggambarkan keadaan saat itu. Misalnya, kita meminta tolong orang/masyarakat yang sedang jalan untuk diminta izinya mengambil foto dalam pose tertentu/menghadap objek tertentu. Contoh lain, ketika ada tokoh yang diundang, bisa minta tolong kepada tokoh tersebut untuk melakukan pose atau gaya tertentu agar mendapatkan momen yang pas.

Di akhir pemberian materi tersebut, seluruh peserta diwajibkan untuk hunting foto di sekitar lokasi ( sekitar Jalan Asia Afrika Bandung) yang nantinya diunggah ke media sosial instagram masing-masing. Hasilnya nanti diumumkan pemenangnya yang sesuai dengan kaidah fotografi jurnalistik. Kalu kalian mau melihat beberapa karya temen-temen, bisa dicari di instagram dengan tagar #pewartapajak150. Menurut saya, fotografi jurnalistik ini memang sedikit berbeda dan harus ada effort tambahanya. Dilihat dari beberapa karya temen-temen, basic fotografi mereka masih terkait dengan fotografi estetika, yang kayak  anak vsco lah, edit-edit sedikit, dan lainnya, termasuk foto ane wkwkw. Ini bukan menjelekkan karya temen-temen ane, tapi hanya pendapat ane lho ya :D
Mari belajar hal positif apapun itu, termasuk fotografi.
Silakan membaca dan mencari artikel ataupun tips dan trik dalam fotografi.
Tulisan ini hanya sekadar menulis apa yang didapat saja.
Yuk abadikan momen dengan teknik foto terbaik :D
Siapa tau, foto yang kita abadikan sekarang menjadi bukti kenangan sejarah di masa yang akan datang. *halah

Nuhun pisan,
Fyn



Sabtu, 27 April 2019

Project 30 Hari Bercertia

Sumber google, karya 30 Hari Bercerita

Akhir tahun 2018 kemarin sempat cukup ramai dikalangan yang suka nulis, aku ga termasuk pastinya. Adalah sebuah projek menulis bagi siapapun selama 30 hari berturut-turut menceritakan apapun. Gerakan menulis ini diinisasi oleh akun instagram @30haribercerita, mereka mengajak semua warganet untuk menulis, mengupload tulisanya di media sosial - khususnya instagram- dan menambahi tagar #30haribercerita. Nantinya setiap hari, akun tersebut akan merepost tulisan yang dirasa menarik dan bagus.

Well, awalnya tidak tertarik sama sekali. Untuk menulis di blog pun bisa berbulan-bulan baru ada niatan untuk nulis. Apalagi ini yang harus konsisten 30 hari nulis. Dapet idenya dari mana kan ? Ditambah lagi jarang dan males yang namanya update di instagram.

Awal Januari 2019 aku iseng nulis di salah satu media tulis menulis yang sempat diblock oleh kominfo, Tumblr. Niatan nulis ini hanya sekedar nulis aja, tidak ada niatan untuk melanjutkan sampai 30 hari kedepanya. Namun ternyata aku berubah pikiran. Kenapa ga dilanjutin aja nih, mumpung banyak draft tulisan yang ngebayang di otak kan wkwk. Akhirnya aku melanjutkan project tersebut, dan berhasil secara konsisten untuk menulis selama 30 hari. Sebuah rekor hidup selama ini, satu-satunya presasti haha.

Alasan menulis di platform tersebut karena memang khusus buat aku nulis dengan genre berbeda dengan blog ini. Followernya hanya circle temen-temen kuliah yang suka nulis. Ga terlalu berharap dibaca banyak orang meskipun kadang pengen aja kalo tulisan ini dibaca orang lain *gimana si, tapi tulisan-tulisan ini menarik untuk dibaca lagi hehe. Dengan senang hati, dibawah ini akan saya list 30 judul tulisan saya selama melakukan project tersebut.

1. Resolusi
2. Teman 1000 Langkah
3. Cita-cita Lama
4. Takut
5. Pembelajar
6. Jawa
7. Prespektif
8. Terkabulkan
9. Visual, Auditori, Kinestetik
10. Jarak
11. Berbaik Sangka
12. Hadiah
13. Panjat Sosial
14. Bahagia itu Berbiaya
15. Surat Untukmu #1
16. Ikatan Batin
17. Calon Manten
18. Time Capsul
19. Quarter Life Crisis
20. Kredit
21. Ulang Tahun
22. Bertemu di Tulisan
23. Pertimbangan
24. Teman Ngobrol
25. Perubahan
26. Rezeki Yang Bukan Rezekinya
27. Pembelajar #2
28. Pembicara
29. Surat Untukmu #2
30. Nasihat

Okay, mungkin kebanyakan isi tulisanya terkait pengalaman dan pemikiran saya sendiri. Semoga bermanfaat dan bisa membuat senyum-senyum kecil kalo dibaca lagi wkwk.

Terima kasih!